Tampilkan postingan dengan label makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makam. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2016

Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto


Pembangunannya Kompleks Makam ini didesaindan digagas RMH Sapto Hoedojo. Makam khusus seniman dan budayawan yang mengambil konsep sebuah taman tersebut selesai dibangun 6 Februari 1988 dan dikelola oleh Yayasan Taman Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto. Ketika pengunjung ke komplek makam ini, kesan pertama adalah taman yang rapi dan dan indah dengan penataan menarik dan penuh filosofi. Makam makam yang ada menunjukan ciri khas masing masing seniman tersebut.

Sejarah pendirian makam tersebut dimulai dari gagasan RMH Sapto Hoedojo. Gagasan membangun kompleks pemakaman tersebut akhirnya disetujui Bupati Bantul waktu itu, KRT Suryapamo Hadiningrat, dengan memberikan sebidang tanah di perbukitan Wukirsari. Kompleks makam kemudian diresmikan dengan nama “Makam Seniman Pengharum Bangsa” oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kemudian naman makam tersebut berganti menjadi “Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto”. Seniman yang dimakamkan di Makam Seniman Giri Sapto antara lain Komponis El Manik dan seniman lukis Sapto Hoedojo.

Untuk menuju kesana masih sulit karena tidaka ada kendaraan umum yang melewati ke sana anda dapat menyewa kendaraan , Salah satu perusahaan yang menyediakan sewa mobil adalah Guntur Sakti. Selain murah ,perawatan kendaraan rutin di lakukan

Baca juga sewa mobil jogja Guntur Sakti

Makam Giriloyo


Makam Giriloyo awal mulanya merupakan tempat yang diinginkan Sultan Agung sebagai tempat pemakamannya saat beliau wafat, setelah keinginannya untuk dimakamkan di Mekah tidak di ijinkan oleh para ulama di Mekah. Pemilihan tempat tersebut diambil setelah Sultan Agung mengambil batu dari tanah suci Mekah tersebut  kemudian batu tersebut dilempar oleh salah satu sunan Kalijogo ke tanah Jawa yang akhirnya jatuh di bukit Giriloyo tersebut. Namun setelah itu oleh Paman Sultan Agung tempat tersebut diminta sebagai tempat pemakamannya. Dan setelah Sultan Agung wafat maka beliau akhirnya dimakamkan di makam Raja raja di Imogiri, Bantul,  namun demikian walaupun jasad Sultan Agung berada di Makam Imogiri namun ruhnya bersemayam di Makam Giriloyo. Makam Giriloyo terletak di Selatan kota Yogyakarta sekitar 17 km, atau tepatnya berada di dusun cengkehan, desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul . Bangunan makam ini merupakan makam yang pertama kali yang dibangun oleh Sultan Agung Jadi usia makam ini menjadi paling tua dari makam yang ada yang dibangun oleh Sultan Agung. Makam ini dibangun kurang lebih pada abad 15 atau tepatnya pada 1 Februari 1788 M.

Baca Juga rental mobil jogja Guntur Sakti , Harga Sewa Mulai 50 ribu

Area makam ini terbagi beberapa bagian bangunan yakni halaman satu terdapat 33 makam yang merupakan makam Sekaran Tiban merupakan makam secara rohani Sultan Agung, Kyai Guru Desti, Ngabehi Lor, Pangeran Haryobroto, Raden Tumenggung Haryobroto, Raden Adipati Banyuwangi, dan lain-lain. Sedangkan halaman dua terdapat 6 makam diataranya merupakan makam Panembahan Juminah, Kanjeng Haryo Mangkubumi Putro dalem ingkang Sinuwun Sedo Krapyak, Kanjeng Pangeran Haryo Sukowati putro, Kanjeng Pangeran Haryo Sukowati putro dalem Kasultanan Agungan, Kanjeng ratu Mas Hadi yang merupakan Ibu Sultan Agung, Raden Tumenggung Haryo Wongso dan Kanjeng Pangeran Martosoko. Pada Halaman ketiga yang merupakan halaman tertinggi terdapat makam Kanjeng Ratu Pembayun yang merupakan isteri Amangkurat. Dan pada sayap Timur terdapat makam Kyai Ageng Sentong dan Kyai Ageng Giring yang berada didalam ruang tersendiri dan Makam Panembahan Giriloyo atau Kanjeng Sultan Cirebon diberi pagar keliling dan diluar pagar masih terdapat beberapa makam diantaranya Makam Raden Ayu Nerang, Wiroguno, Kyai Juru Wiro Probho dan juga Tumenggng Honggobahu dan bebrapa makam prajurit. Pada bagian makam sebalah barat dibagian pojok sering digunakan sebagai tempat mencari pusaka.

Bila ingin berkunjung ke sana anda bisa memakai jasa rental mobil di jogja, salah satu jasa rental mobil di jogja adalah Guntur Sakti

Baca Juga : Rental Mobil Guntur Sakti , Harga sewa mobil jogja mulai 50 ribu

Makam Sewu


Nama lain makam sewu adalah makam Panembahan Bodho. Nama makma sewu didasarkan pada pengkiut Panembahan Bodho yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Panjang batu nisan Panembahan Bodho adalah 192 cm, lebar 49 cm, tinggi 60 cm. Makam Panembahan Bodho ini telah diberi cungkup dan berlantai keramik warna putih. Batu Nisan Panembahan Bodho selalu ditutup dengan kelambu berwarna putih.
Sudah menjadi agenda rutin sejak lama bahwa di kompleks Makam Panembahan Bodho atau sering dikenal juga Makam Sewu, dilakukan upacara nyadran atau mengirim doa dan tabur bunga di kompleks makam. Nyadran Makam Sewu dilaksanakan tidak semata-mata dengan mengirim doa dan tabur bunga saja. Akan tetapi acara ini dikemas dalam aneka kegiatan.

Baca Juga : rental mobil jogja Guntur Sakti, sewa mobil yang aman, murah dan terpercaya

Beberapa hari (biasanya 1-2 hari) sebelum hari H, di sekitar lokasi Makam Sewu ada pasar malam atau pasar tiban. Nyadran Makam Sewu untuk tahun 2013 ini dilaksanakan hari Senin 1 Juli 2013 pukul 13.00-16.30 WIB, bertepatan dengan tanggal 20 bulan Syaban (Ruwah). Umumnya Nyadran Makam Sewu memang dilaksanakan pada tanggal 20 Syaban atau setelah tanggal itu sebelum masuk ke bulan Ramadan. Sebelum semua kegiatan itu dilaksanakan, sebagai praacara dilaksanakan Arak (kirab) Jodang mulai dari lapangan di depan Kantor Desa (kelurahan) Wijirejo ke Pendapa Makam Sewu, dengan jarak tempuh sekitar 900 meter. Jodang adalah semacam tandu yang dipikul oleh empat orang (bisa lebih) yang di dalam tandu tersebut diletakkan semacam kotak. Kotak ini berisi makanan atau berbagai hasil bumi. Kotak tersebut umumnya dihias sedemikian rupa sehingga bisa membentuk semacam rumah-rumah kecil. Inti dari acara Nyadran Makam Sewu adalah melestarikan kebudayaan/tradisi, menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan, memohonkan ampunan bagi Panembahan Bodho dan semua orang yang dimakamkan di Makam Sewu, serta mohon berkat Tuhan untuk kehidupan selanjutnya.

Anda menuju ke sana dengan menyewa mobil , salah satu jasa sewa mobil di jogja adalah Guntur Sakti
Baca Juga: Jasa sewa mobil jogja Guntur Sakti, Harga sewa mobil jogja mulai 50 ribu

Minggu, 31 Januari 2016

Makam Kotagede

Kotagede yang sering disebut juga Sargede terletak kurang lebih lima kilometer di sebelah tenggara Yogyakarta. Di kota ini wisatawan dapat mengunjungi makam Raja-raja Mataram. Bagi yang ingin masuk ke dalam makam harus mengenakan pakaian tradisional yang dapat disewa di tempat itu juga. Kompleks makam terbagi dalam 3 bagian, yaitu Masjid, makam dan sendang. Masjid terletak di bagian timur, makam di bagian barat dan sendang di bagian barat daya. Ketiga bagian tersebut dibatasi oleh pagar tembok dan dihubungkan dengan gapura. Halaman pertama ini terdapat prasasti. Halaman kedua terdapat 4 buah bangunan, yaitu bangunan di sudut tenggara, timur laut, barat laut dan barat daya. Halaman ketiga, terdapat bangunan utama yang terdiri dari 3 buah bangunan yang disebut Bangsal Prabayaksa, Bangsal Witana dan Bangsal Tajug. Selain itu juga terdapat bangunan yang disebut dengan Bangsal Duda. Selain bangunan utama terdapat bangunan cungkup yang lain dengan ukuran yang lebih kecil, yang berada di sebelah timur bangunan utama. Cungkup tersebut berisi makam-makam keturunan Pangeran Pakualam I.

Anda dapat pergi ke makam kota gendhe dengan menggunakan jasa rental mobil jogja Guntur Sakti, selain biaya murah juga pelayanan driver ang ramah

Baca juga: rental mobil jogja Guntur Sakti harga mulai 50 ribu