Tampilkan postingan dengan label petilasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label petilasan. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Februari 2016
Sendang Kasihan
Sendang Kasihan adalah sebuah sebuah mata air yang menurut legenda pada
jaman dulu adalah sebuah sumber mata air yang terbentuk karena tuah
tongkat milik Sunan Kalijaga. Sendang ini berada sekitar 1,5 km di
sebelah barat pabrik gula Madukismo. Lokasi ini dapat dijangkau dari
perempatan Kasihan (ring road selatan) lurus ke selatan kurang lebih 1
kilometeran. Sendang Kasihan ini memiliki keistimewaan karena airnya
tidak pernah kering. Mata air yang muncul dari dalam tanah pun bening.
Sendang ini bila diamati dari timur akan tampak gambaran keseluruhannya
seperti pohon beringin. Akan tetapi jika diamati dari arah barat maka
akan tampak gambaran seperti sebentuk kendi. Pada jaman dulu konon para
putri cuci muka di sendang ini supaya kulit terlihat lebih muda, dan
pada jaman sekarang masyarakat setempat dan wisatawan masih kerap
berkunjung kesini.
Petilasan Parangkusumo
Petilasan Parangkusumo yang terletak di kawasan pesisir Kabupaten
Bantul, dipercaya merupakan tempat pertemuan antara pendiri Kerajaan
Mataram Islam, Panembahan Senopati, dengan Nyi Roro Kidul, tokoh mistik
penguasa Laut Selatan. Di tempat yang disebut juga dengan nama Cepuri
tersebut terdapat petilasan berupa batu. Batu yang dianggap sakral ini
diyakini sebagai lokasi pertemuan antara Panembahan Senopati, yang
kemudian dilanjutkan oleh Raja-raja Mataram Islam berikutnya termasuk
Raja-raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Ratu Pantai
Selatan.
Sekarang ini, lokasi Petilasan Cepuri Parangkusumo merupakan tempat yang penting untuk acara yang bersifat adat/spiritual. Tempat ini sering digunakan untuk keperluan tirakatan atau berziarah. Selain itu, Petilasan Cepuri juga kerap dijadikan lokasi untuk upacara Labuhan Ageng dari Keraton Yogyakarta, atau ritual labuhan lainnya yang biasanya diselenggarakan oleh berbagai aliran kepercayaan. Meskipun dibuka setiap hari dan sudah menjadi salah satu tempat tujuan wisata, namun terdapat waktu-waktu tertentu di saat pengunjungnya paling ramai, yakni pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon.
Sekarang ini, lokasi Petilasan Cepuri Parangkusumo merupakan tempat yang penting untuk acara yang bersifat adat/spiritual. Tempat ini sering digunakan untuk keperluan tirakatan atau berziarah. Selain itu, Petilasan Cepuri juga kerap dijadikan lokasi untuk upacara Labuhan Ageng dari Keraton Yogyakarta, atau ritual labuhan lainnya yang biasanya diselenggarakan oleh berbagai aliran kepercayaan. Meskipun dibuka setiap hari dan sudah menjadi salah satu tempat tujuan wisata, namun terdapat waktu-waktu tertentu di saat pengunjungnya paling ramai, yakni pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon.
Petilasan Pandansimo
Pesanggrahan Pandan Simo merupakan suatu kompleks bangunan yang terbuat dari tembok. Arah hadap pesanggrahan ini adalah arah barat. Sementara itu di depan bangunan pesanggrahan ini terdapat tanaman pandan yang cukup besar. Pohon pandan inilah yang dianggap menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang melakukan peziarahan di tempat ini. Tinggi pohon ini sekarang telah mencapai ketinggian sekitar 6 meter. Sementara itu keseluruhan kompleks ini telah diberi pagar pengaman dari tembok dengan ketinggian sekitar 1,5 m.
Pandan Simo merupakan petilasan dari Sultan Hamengku Buwana VII (1877-1921). Pandan Simo dinamakan demikian karena menurut cerita tutur setempat ketika Sultan Hamengku Buwana VII sedang melakukan semedi atau bertapa, tiba-tiba beliau didatangi seekor macan. Namun macan ini tidak menerkam Sultan Hamengku Buwana VII namun justru takluk. Berdasarkan peristiwa itu maka pantai tersebut dinamakan Pandan Simo. Pandan menacu pada pengertian pohon pandan sedangkan sima dalam bahasa Jawa berarti macan atau harimau. Disebut demikian karena pada masa lalu ada begitu banyak tanaman pandan di sepanjang pantai ini. Perpaduan keberadaan pandan dan kehadiran sima itulah yang menginspirasi orang untuk menamakannya Pandan Simo.
Pesanggrahan Pandan Simo terletak di sebelah barat pantai Gua Cemara, Anda dapat menuju ke sana dengan menyewa kendaraan,Salah satu jasa sewa kendaraan mobil adalah Guntur Sakti
Baca Juga Jasa rental mobil jogja Guntur Sakti Harga Mulai 50 ribu
Minggu, 31 Januari 2016
Petilasan Pandan Payung merupakan satu kompleks petilasan yang terdiri atas satu bangunan utama dan beberapa bangunan lain. Bangunan utama berupa rumah dengan dinding tembok dan lantai pasir. Atap bangunan ini terbuat dari anyaman daun tebu kering yang disebut rapak. Bangunan menghadap ke selatan (arah pantai). Bangunan memiliki dua pintu pada sisi barat dan timur. Pada sisi barat bangunan yang digunakan untuk tempat peristirahatan para peziarah atau pengunjung ini terdapat beberapa benda antara lain arca dan dua buah batu berbentuk menyerupai umpak. Keberadaan Petilasan Pandan Payung sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Petilasan Pandan Simo yang berada di sebelah barat daya pintu masuk kawasan Pantai Pandan Simo. Menurut cerita setempat Pandan Payung lebih dulu digunakan sebagai tempat semedi atau bertapa Sultan Hamengku Buwana VII. Entah pada malam ke berapa beliau melihat seberkas sinar di langit. Seberkas sinar itu disebutnya sebagai tanda wahyu keraton Mataram. Oleh karenanya, Sultan Hamengku Buwana VII kemudian mengikuti arah sinar tersebut.
Baca Juga : jasa rental mobil jogja Guntur Sakti harga mulai 50 ribu
Nama Pandan Payung sendiri diambilkan berdasarkan fenomena yang pernah terjadi di tempat ini. Zaman dulu di tempat ini pernah tumbuh pohon pandan yang sangat tinggi dan lebat sehingga orang dapat bernaung di bawahnya. Orang yang demikian ini seolah-olah tengah berada di bawah naungan payung. Oleh karena itulah, maka tempat ini diberi nama Pandan Payung.
Langganan:
Postingan (Atom)



